
Lubang Resapan Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal kedalam tanah sebagai metode resapan air yang ditunjukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Pembuatan biopori menghasilkan banyak manfaat untuk lingkungan antara lain:
- Dapat mengurangi jumlah sampah Organik. Pembuatan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA, karena ketika kita membuat lubang salah satu proses yang harus dilakukan adlah memasukkan sampah organik.
- Menyuburkan tanah. Ketika sampah organik dimasukkan kedalam lubang akan terjadi proses biologis, yang akan menjadikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos.
- Membantu mencegah terjadinya banjir. Dengan membuat lubang resapan Biopori, dapat membantu air untuk segera masuk kedalam air. Selain itu sampah organik yang ada didalam lubang merupakan makanan cacing tanah,, cacing yang masuk kedalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil didalam tanah ketika menuju kelubang yang berisi sampah organik. Dengan demikian akan membuat air lebih cepat meresap kedalam tanah.
- Mempengaruhui Jumlah Air Tanah. Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan mengkatkan luas permukaan bidang serapan. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat.
Alat dan Bahan
Alat : Gergaji Pemotong, Alat pengebor Tanah
Bahan : Pipa Paralon ukuran 3 Dim, sampah organik
- Langkah kerja/tahapan pembuatan
- Tentukan lokasi lubang resapan
- Siram lokasi yang sudah ditentukan dengan air agar tanah menjadi gembur dan empuk.
- Lubangi tanah dengan diameter 10 – 15 cm dengan menggunakan bor Biopori atau dengan menggunakan linggis.
- Gali lubang dengan kedalaman 80 – 100 cm.
- Potong pipa paralon sepanjang 80 – 100 cm, pasang penutup pipa pada bagian bawah paralon, lubangi bagian sisi pipa paralon dengan jarak sesuai keinginan.
- Masukkan pipa paralon kedalam lubang yang sudah dibuat.
- Masukkan sampah organik kedalam pipa paralon sampai pipa paralon terisi penuh
- Pasang tutup pipa pada bagian atas paralon tadi, agar lubang tidak mudah tertimbun tanah.
- Biopori siap digunakan sesuai fungsinya
Lakukan pemeliharaan Biofori 2 – 3 bulan sekali, dan sekaligus memanen kompos yang sudah jadi dari lubang biopori.
Untuk lebih jelas simak video proses pembuatan biopori di video youtube SMPN 3 Tanjungpandan berikut ini :
