

SMPN 3 Tanjungpandan ikuti webinar tentang pencegahan pernikahan anak usia dini. dalam kegiatan webinar ini Siswi atas nama najwa azzahra,wajihan dan calya khairunnisa mendapatkan informasi berharga terkait pernikahan dini. Indonesia menduduki peringkat ke 7 didunia dan ASEAN dengan angka perkawinan anak tertinggi . diperkirakan 1 dari 5 anak perempuan di Indonesia menikah sebelum mencapai usia 18 tahun.
Beberapa faktor pendorong pernikahan dini : 1. minimnya edukasi tentang pernikahan dini, 2.kehamilan diluar nikah, 3. minimnya aktivitas pendidikan, 4. Budaya setempat.
Dampak perkawinan anak usia dini terhadap ibu remaja dan anaknya ;
- Baby Blues
- Depresi Kecemasan
- kesulitan pengasuhan
- Resiko mengalami kekerasan dan penelantaran
- kelahiran bayi rendah ( Prematuritas)
Upaya pencegahan :
- Pendidikan kesehatan produksi
- optimalisasi kesehatan remaja putri
- melibatkan anak dalam aktivita positif
- kerja sama lintas sektor
- Pelatihan pengasuhan berbaris hak anak dan pencegahan perkawinan anak
- kebijakan pemerintah
ada 6 kunci yang dibutuhkan sebelum menikah:
- Apresiasi dan afeksi
- Komunikasi positif
- Komitmen terhadap keluarga
- Kenyamanan saat menghabiskan waktu bersama
- Kesejahteraan mental yang di dasari oleh spiritual
- kemampuan anggota keluarga untuk mengatasi stress dan kritis/ permasalahan secara efektif
