SEKILAS INFO
22-04-2026
  • 1 tahun yang lalu / Pendaftaran PPDB akan ditutup pada: Jumat, 28 Juni 2024 pukul 11.00 WIB.   Pengumuman PPDB: Senin, 1 Juli 2024
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Hari kebangkitan Nasional – 20 Mei 2024
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Hari Pendidikan Nasional – “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”
2
Okt 2021
2

Pentingnya Pendidikan Inklusif

Oleh : SULIANTI,S.Pd.

Guru SMP Negeri 3 Tanjungpandan

 

Pendidikan merupakan hak setiap masing-masing warga negara, pendidikan menempati posisi penting untuk masa depan anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1 menyebutkan setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Dengan demikian, pendidikan menjadi hak setiap orang. Tidak hanya orang dewasa, ramaja dan anak-anak yang normal tetapi anak berkebutuhan khusus (ABK) pun juga berhak mendapat pendidikan. Pendidikan untuk ABK disebut juga dengan pendidikan inklusif yang didalamnya terdapat berbagai macam anak berlatar belakang dengan bawaan cacat pada tubuhnya.

Pendidikan inklusif merupakan sebuah Pendidikan yang dimana semua anak harus memperjuangkan haknya untuk belajar dan mendapatkan pendidikan dengan tidak ada keterbatasan dan hambatan dalam mencari ilmu. Dalam sekolah inklusif itu terdapat  anak-anak difabel atau anak-anak berkebutuhan khusus yang berharap besar ingin sama seperti teman usia sebayanya, Yaitu mereka ingin mendapatkan hak dan kewajibannya seperti anak-anak pada umumnya yang mendapatkan pendidikan juga melakukan banyak hal sebagaimana mestinya.

Beberapa dari kita tahu betapa pentingnya Pendidikan inklusif di kalangan masyarakat dan lingkungan, selain itu Pendidikan inklusif juga membawa dampak positif dari kalangan  peserta didik, Juga mengembangkan tingkat kreatifitas anak dan mamacu daya otak anak supaya lebih sering berinovasi untuk melakukan hal-hal baru. Difabel hanyalah suatu bentuk kebhinekaan seperti halnya perbedaan suku, ras, bahasa, budaya dan agama. Di dalam individu berkelainan, pastilah ditemukan keunggulan-keunggulan tertentu. Sebaliknya, di dalam setiap indivudu pasti terdapat juga kecacatan tertentu, karena tidak ada makhluk yang diciptakan sempurna. Hal ini diwujudkan dalam sistem pendidikan inklusif yang memungkinkan terjadi interaksi antar siswa yang beragam, sehingga mendorong sikap yang penuh toleransi dan saling menghargai.

Pada awalnya, ABK bersekolah di sekolah khusus seperti Sekolah Luar Biasa. Pendidikan khusus menerapkan model pembelajaran “Segresi”, yaitu yang menempatkan anak berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah khusus/ Sekolah Luar Biasa (SLB), terpisah dari teman sebayanya. Dengan kata lain di sekolah ini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dipisahkan dari sistem sekolah yang diselenggarakan secara regular. Misalnya Sekolah Luar Biasa (SLB). Dari sudut pandang peserta didik, model segresi merugikan, tidak menjamin ABK untuk mengembangkan potensi secara optimal karena kurikulum dirancang berbeda dengan kurikulum sekolah biasa/regular. Mereka juga merasa dikucilkan atau dipisahkan dengan teman-teman sebayanya. Pada umumnya lokasi SLB berada di ibu kota kabupaten. Padahal anak-anak dengan hambatan tersebar hampir di seluruh daerah tidak hanya di ibu kota kabupaten. Akibatnya, sebagian anak berkebutuhan khusus, terutama yang kemampuan ekonomi orang tuanya  lemah, terpaksa tidak disekolahkan karena lokasi SLB jauh dari rumah.

Berdasarkan perkembangan, pada tahun 2005, Indonesia menumbuh kembangkan pendidikan inklusif. Secara umum pendidikan inklusif diselenggarakan dengan tujuan:

  1. Memastikan bahwa semua anak memiliki akses terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif, relevan dan tepat dalam wilayah tempat tinggalnya;
  2. Memastikan semua pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar seluruh anak terlibat dalam proses pembelajaran Jadi, Inklusif dalam pendidikan merupakan proses peningkatan partisipasi siswa dan mengurangi keterpisahannya dari budaya, kurikulum dan komunitas sekolah setempat. Peserta didik berkebutuhan khusus bisa diterima dan belajar di sekolah umum/regular.

Di sisi lain Pendidikan inklusif juga butuh perhatian dan dukungan dari beberapa aspek seperti pemerintah dan badan-badan organisasi lainnya untuk mendukung sekolah inklusif di berbagai daerah. Seperti hal nya sarana dan pra sarana yang kurang memadai dan kualitas pendidik yang kurang efektif agar supaya lebih di perhatikan lagi dan diperbaiki dengan tujuan memperbaiki dan memfasilitasi sekolah-sekolah inklusif tersebut. Tenaga pendidik dan kependidikan masih minim pengetahuannya tentang pendidikan inklusif, bagaimana kurikulumnya dan proses pembelajarannya di kelas. Di sekolah Penyelenggara pendidikan Inklusif (SPPI) belum tersedianya  Guru Pembimbing Khusus (GPK) yang memiliki kualifikasi pendidikan khusus. Sangat dibutuhkan pelatihan bagi tenaga pendidik untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah umum/reguler, sehingga ABK bisa dilayani dengan baik dan bisa belajar di sekolah umum. Dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Khusus memberikan Bimtek Guru Pembimbing Khusus bagi guru di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk memenuhi Guru Pembimbing Khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

SMP Negeri 3 Tanjungpandan, sebagai tempat bertugas penulis, merupakan salah satu Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif yang ada di kabupaten Belitung yang terdapat anak berkebutuhan khusus bersekolah di sana. Sekolah telah menunjuk dua orang guru, salah seorangnya adalah penulis sendiri untuk mengikuti Bimtek pemenuhan Guru Pembimbing Khusus pada tahun 2020. Bimtek tersebut dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu tahap pemahaman melalui moda daring dan tahap penguasaan melalui moda tatap muka. Kedua moda ini menggunakan strategi On – In – On. Tetapi karena terkendala kondisi pandemi, Bimtek tahap ke dua belum bisa dilaksanakan sampai dengan saat ini. Kita semua berharap dan selalu berusaha untuk menambah pengetahuan dan keterampilan  tentang bagaimana praktik penyelenggaraan dan pengelolaan pembelajaran di sekolah inklusif, mengingat betapa pentingnya pendidikan Inklusif

Maka dari itu, pendidikan anak berkebutuhan khusus membawa banyak manfaat bagi anak itu sendiri. Melalui pendidikan akan dikembangkan kemampuan mengenali kemampuan anak berkebutuhan khusus yang nantinya berguna bagi kehidupannya, karena banyak bakat anak berkebutuhan khusus yang biasanya tidak dimiliki oleh anak lainnya. Dapat menjadikan anak lebih disiplin dan lebih mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada orang lain untuk kelangsungan hidupnya. Anak berkebutuhan khusus dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar sehingga mereka merasa menjadi bagian dari komunitas tersebut. Dapat mewujudkan seseorang  yang memiliki kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Afflatus rafida agusti, Minggu, 1 Sep 2024

Sekolah inklusi sangat penting sekali bagi anak anak yang mempunyai kebutuhan khusus,karna jika di daerah anak tersebut tidak ada sekolah luar biasa (SLB) maka anak yang berkebutuhan khusus tersebut bisa mendapatkan pendidikan di sekolah inklusi tersebut😊

Balas

Afflatus rafida agusti, Minggu, 1 Sep 2024

Sekolah inklusi sangat penting sekali bagi anak anak yang mempunyai kebutuhan khusus,karna jika di daerah anak tersebut tidak ada sekolah luar biasa (SLB) maka anak yang berkebutuhan khusus tersebut bisa mendapatkan pendidikan di sekolah inklusi tersebut,agar mereka tetap mendapatkan pendidikan

Balas

Tinggalkan Balasan ke Afflatus rafida agusti Batalkan balasan

Data Sekolah

SMP Negeri 3 Tanjungpandan

NPSN : 10900427

Jl. M. Nuh Tanjungpandan No 29
KEC. Tanjungpandan
KAB. Belitung
PROV. Kep. Bangka Belitung
KODE POS 33412

Agenda

Pengunjung

  • 0
  • 122
  • 110
  • 20,075
  • 269,009
  • 323,631

Lokasi Sekolah