
PEMBELAJARAN DARING DI MASA PPKM

Oleh : SULIANTI, S.Pd.
Guru SMPN 3 Tanjungpandan
Berdasarkan surat edaran Bupati Belitung nomor 443.1/915/II/2021 tentang Pembatasan pelaksanaan kegiatan masyarakat ( PPKM ) di Kabupaten Belitung. Dalam upaya untuk meminimalisasi penyebaran Covid -19 di kabupaten Belitung, maka pada point ke 3 disebutkan bahwa Kegiatan Belajar mengajar ( KBM ) tatap muka yang semula dijadwalkan pada tanggal 12 Juli 2021 diundur sampai dengan 19 Juli 2021. Pembelajaran pada tanggal tersebut dilakukan secara daring atau belajar dari rumah ( BDR ).
Sehubungan dengan itu pembelajaran di sekolah-sekolah di Kabupatan Belitung mulai dari tingkat PAUD sampai dengan SMP bahkan SMA dilakukan secara daring. Khusus pada tingkat SMP mulai dari penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB), Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) dan belajar menggunakan sistem daring atau belajar dari Rumah ( BDR ). MPLS yang semula dijadwalkan secara tatap muka terbatas, berdasarkan edaran Bupati tersebut dilakukan secara daring atau online. Tak terkecuali, SMPN 3 Tanjungpandan juga akan melakukan MPLS dan belajar secara daring.
Baik siswa maupun guru dituntut bisa beradaptasi dengan proses pembelajaran secara virtual. Guru harus pandai – pandai menyesuaikan proses pembelajaran yang didesainnya. Banyak pilihan dan variasi media pembelajaran daring, dari menggunakan media sosial sampai menggunakan platform Learning Management System (LMS) yang ada, seperti google classroom dan google form. Masih beruntung jika proses pembelajaran masih dapat dilakukan secara daring. Beberapa daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana dan jauh dari jangkauan internet akan sangat menyulitkan. Menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan kondisi yang ada.
Apakah itu pembelajaran daring? Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan model interaktif berbasis internet. Pada pembelajarang daring, kelas dilakukan secara interaktif dengan menggunakan bantuan platform Zoom atau Google Meet. Jadi, tetap ada interaksi antara guru dan murid walau secara virtual. Jadi bisa dikatakan bahwa dalam pembelajaran daring, guru bisa menyapa dan menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa secara virtual. Sebenarnya antara pembelajaran daring dan tatap muka guru dan siswa masih bisa berinteraksi namun berbeda pada pelaksanaannya. Daring dilakukan secara virtual, sedangkan tatap muka dilakukan secara langsung.
Nah, dari sini, saya bisa menarik kesimpulan bahwa sesempurna apa pun materi pembelajaran daring yang disiapkan oleh guru, pastinya tidak bisa lepas dari kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring itu sendiri. Kelebihan dari pembelajaran daring antara lain :
- Guru lebih terampil dalam menggunakan IT.
Guru yang sebelumnya gaptek pada aplikasi online seperti Zoom dan google meet, akhirnya pada masa pandemi, guru semakin paham bagaimana mengaplikasikan 2 aplikasi tersebut.
- Siswa dilatih untuk menguasai teknologi dan informasi yang terus berkembang.
- Waktu dan tempat lebih efektif. Siswa bisa langsung mengikuti proses belajar dari rumah.
- Guru mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak didik yang saling berjauhan.
- Guru menyampaikan pesan untuk menjadi anak yang tangguh mengingat dalam kondisi dimana masyarakat sedang diuji secara fisik dan mental akibat penyebaran Covid-19.
- Mendorong kolaborasi atau kerjasama antara orang tua dan pihak sekolah.
- Menumbuhkan kesadaran pada siswa bahwa gawai bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dan mencerdaskan, tidak hanya untuk bermain sosial media dan game.
Dari beberapa kelebihan pembelajaran daring tersebut, manfaat utama yang dirasakan guru dan siswa adalah terampil dalam menggunakan teknologi dan informasi yang terus berkembang. Disamping itu juga, dengan belajar daring dapat menyadarkan siswa bahwa Hand phone bisa digunakan untuk hal – hal yang positif dan mencerdaskan, tidak hanya untuk bermain game dan sosial media.
Selain kelebihan, ada juga kekurangan yang dirasakan dalam pembelajaran daring, antara lain :
- Tugas yang diberikan pada siswa kadang dikerjakan oleh orang tua, bukan siswanya sendiri. Ini tentu mempengaruhi penilaian yang diberikan oleh guru.
- Bagi guru yang berusia muda, mudah saja menggunakan teknologi yang ada. Namun, ini menjadi beban bagi guru yang sudah berusia lanjut. Sebagian dari mereka tidak bisa menggunakan platform yang ada.
- Tidak semua siswa dibekali dengan gawai pribadi. Banyak dari mereka yang masih memakai perangkat milik orang tuanya untuk pembelajaran daring. Sedangkan orang tuanya bekerja dari pagi hingga sore. Ini mengakibatkan siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran daring.
- Tidak semua siswa memiliki gawai android atau laptop untuk mengakses pembelajaran daring dikarenakan keterbatasan ekonomi orang tua, terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini.
- Tingkat pemahaman yang berbeda-beda, tergantung kepada kemampuan si siswa yang membuat ada saja yang tertinggal dalam memahami materi yang diberikan.
Dari kelima kekurangan yang dirasakan dalam pembelajaran daring tersebut, kekurangan dari pembelajaran daring yang sangat dirasakan oleh siswa adalah tingkat pemahaman siswa yang berbeda – beda, sehingga siswa yang lambat dalam memahami pelajaran merasa kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh guru. Lain halnya dengan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka langsung, guru bisa memberikan pembelajaran remedial dan pengayaan kepada siswa. Sehingga siswa yang belum paham bisa diberikan pembelajaran remedial dan bagi siswa yang sudah paham bisa diberikan pengayaan.
Di antara sekian banyak kelebihan dan kekurangan pembelajaran daring, ada baiknya kita terus berusaha meningkatkan kualitas diri. Baik sebagai guru atau orang tua siswa. Sebagai orang tua kita berusaha memenuhi kebutuhan anak selama diperlukan dalam pembelajaran daring agar mereka juga semakin semangat dalam belajar hingga tiba saatnya kembali ke sekolah. Harapannya dengan adaya pembelajaran daring, tugas guru dalam mencerdaskan anak bangsa bisa tercapai dengan baik. Aamiin.
( Sudah terbit di harian Pos Belitung pada hari Kamis, 15 Juli 2021 halaman Opini Public Service )
